sambungan
Tanggal 21 Oktober 2010, Midsemester 1 dilaksanakan. Aliya berada di ruang 14 dan Mas Adnan ada di ruang 3. Mereka memang tidak seruangan. Tetapi, di balik tirai ruang 14 terlihat jelas motor dan sosok Mas Adnan di tempat parkir. Aliya tahu benar perawakan dan wajah Mas Adnan. Senyum kecil muncul di mulut Aliya saat hari kedua Midsemester 1. Meskipun Mas Adnan tidak melihatnya secara langsung. Aliya selalu mellihat jelas wajah Mas Adnan dari balik jendela ruang Tes 14. Hari terakhir Midsemester 1, membuat hati Aliya sedikit sedih. Dalam benak Aliya berkata, “Yah, selesai deh Midsemester hari ini. Ndak bisa liat wajahnya lagi.”
Sehari setelah selesai Midsemester 1, diadakan acara jalan santai. Acara ini diadakan untuk me-refresh pikiran murid-murid SMA Global Jaya. Di acara jalan santai tersebut, Aliya, sahabatnya Kiki dan grup bandnya akan tampil.
“Wah, senang ya Al?”
“Senang kenapa, Ki?”
“Kita kan mau tampil, kamu bakalan dilihat Mas Adnan kan?”
“Ah, mana mungkin. Ya, semoga saja. Tapi, perasaanku ndak enak.”
“Kenapa perasaanmu ndak enak?”
“Ah, ndak apa-apa.”
Jalan santai diadakan jam 8.00 WIB. Aliya dan Kiki tidak ikut jalan santai melainkan persiapan untuk tampil.
Setelah selesai jalan santai, doorprize mulai dibagikan sambil diselingi dengan hiburan-hiburan. Band-band kakak kelas tampil awal, tepat pukul 8.45 WIB grup band Aliya tampil. Saat Aliya menyanyi, tiba-tiba teman-teman Mas Adnan maju ke depan panggung. Mereka mengejek Aliya. Konsentrasi Aliya sempat terganggu, karena suara teman-teman Mas Adnan begitu kerasnya. Selesai manggung, Aliya benar-benar tak habis pikir. Kejadian saat dia menyanyi di atas panggung tak terduga. Dia bingung, kenapa teman-teman Mas Adnan mengejeknya.
Acara jalan santai usai. Semua siswa SMA Global Jaya kembali ke rumah masing-masing. Aliya dan Kiki sibuk membereskan peralatan manggungnya. Kiki pulang dijemput Ayahnya, sedangkan Aliya pulang naik angkot. Waktu itu menunjukkan pukul 15.00 WIB.
Di rumah, Aliya sedang menunggu sms dari Mas Adnan. Sampai pukul 21.00 WIB tidak ada sms masuk dari Mas Adnan. Aliya membuka account facebooknya, tetapi tidak ada pemberitahuan satupun dari Mas Adnan.
Keesokan harinya, tidak ada sms dari Mas Adnan. Aliya bercerita pada Kiki.
“Ki, kok aneh ya?”
“Aneh kenapa, Al?”
“Ya aneh, dari tadi malam aku nungguin sms dari Mas Adnan. Tapi, ndak ada satupun sms dari dia.”
“Cie, Aliya kangen sama Mas Adnan ya?”
“Ehm, ndak juga sih. Perasaanku ndak enak nih!”
“Eee, mungkin dia lagi capek aja kali. Lagian, dia ndak sms kamu kan baru sehari ini.”
“Ya, semoga aja gitu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar