sambungan
Aliya mengikuti saran Mas Adjie. Dia mengirim pesan pada Mas Adnan.
“Mas Adnan, aku ndak tahu kenapa sekarang jadi berubah. Setelah acara jalan santai itu kamu aneh banget. Kamu kenapa? Kalau aku punya salah, aku minta maaf. Tapi jelasin apa salahku?”
Tak berapa lama.
“Mboh ya!”
Aliya kaget membaca pesan balasan dari Mas Adnan. Aliya membalasnya sekali lagi, untuk menanyakan alasannya. Tapi, apa daya, Mas Adnan tetap tidak membalas pesan Aliya.
Saking gemasnya, Aliya sampai datang ke rumah Mas Adjie. Padahal, saat itu menunjukkan pukul 19.30 WIB.
“Mas Adjie!”
“Gimana, Dek?”
“Duh, aku hopeless!”
“Haduh, kenapa lagi, Dek? Kamu udah nyoba sms Mas Adnan kan? Terus gimana?”
“Lha ya itu, aku sudah sms Mas Adnan. Tapi, kamu tahu balasannya? “
“Apa?”
“Nih, lihat saja pesan balasannya.”
“Duh, Adnan ki jane ngopo tho? Dia itu biasanya, kalau dinasehatin ndak kayak gini. Tapi, ini bener-bener beda, Dek! Gini ajalah, Dek! Kalau emang dia kayak gitu terus, biarin aja. Ndak usah dipikir! Nanti malah kamu yang sakit cuma gara-gara mikirin Adnan.”
Delapan bulan sudah Aliya mengenal sosok Mas Adnan. Tetapi, delapan bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk mengenal Mas Adnan, menurut Aliya. Mas Adnan yang dulu perhatian, kini berubah menjadi manusia aneh yang menutup dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar