Selasa, 23 Agustus 2011

sambungan


Hari Senin, hari yang padat bagi pelajar dan pegawai. Aliya cepat-cepat berangkat ke sekolah agar tidak terlambat. Saat berjalan menuju gerbang sekolah, seseorang menyerempetnya dari belakang tanpa sengaja.
“Aduh! Berdarah nih!”
“Oops, maaf, Dek, maaf!”
“Lagian, aku jalan di pinggir kok bisa-bisanya nyer…em…pet sih?”
Begitu Aliya melihat wajah si penyerempet. Dia terkagum-kagum oleh sosok lelaki yang gagah, berwibawa dan manis.
“Ehm, maaf ya? Tadi, aku ndak ngeliat. Namamu siapa?”
“Aduh oke. Tapi, ini perih. Namaku Aliya.”
“Namaku Bastian Harya. Ayo ke UKS dulu, aku anterin.”
Itu kali pertama Aliya diserempet oleh pengemudi yang bertanggung jawab. Yang tak lain dan tak bukan adalah kakak kelasnya sendiri di SMA Global Jaya. Nama Bastian Harya memang santer terdengar di kalangan murid-murid SMA Global Jaya. Bastian Harya adalah seorang Ketua MPK dan duduk di kelas XII. Dia juga terkenal ulet dan pandai. Sejak saat itu, Aliya sedikit mengagumi seorang Bastian Harya.
Sekarang ini, Aliya dan Mas Bastian sering berpapasan di kantin, perpustakaan ataupun di kantor guru. Apabila berpapasan, mereka saling melepas senyum.
Seminggu setelah kejadian Aliya keserempet, seseorang mengiriminya sms perihal permohonan maafnya pada Aliya tentang kejadian minggu lalu. Aliya tidak tahu siapa yang mengiriminya sms. Tapi, setelah dipikir-pikir pasti sms itu dari Mas Bastian. Setelah ditanya siapa pengirim sms tersebut, ternyata memang benar Mas Bastian. Aliya tersenyum tapi bingung, darimana Mas Bastian mendapatkan nomor teleponnya?
Seminggu, sebulan, dua bulan Mas Bastian sering sekali sms bahkan telepon Aliya. Perhatiannya besar sekali untuk Aliya. Di sekolah pun Mas Bastian sering mengajak Aliya pulang bersama. Tapi, Aliya merasa tidak enak kalau diajak pulang bersama, Aliya berasa merepotkan Mas Bastian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar