sambungan ...
Jogja kota yang indah. Sesampainya di Jogja, tepatnya di Ramayana Ballet Hall, Aliya dan keluarganya makan malam bersama sambil menyaksikan Pagelaran Sendra Tari Ramayana. Di tengah-tengah acara, Mas Adnan mengirim pesan lewat facebook.
“Dek, kamu punya nomer telepon? Kalau boleh, aku minta nomer teleponmu ya? Kayaknya lebih enak sms, terus lebih privasi juga. Tapi, kalau boleh sih.”
Aliya kaget menerima pesan itu. Tetapi, di dalam hatinya rasa senang terus menghantui. Dia pun membalas pesan Mas Adnan.
“Ehm, boleh sih mas. Tapi buat apa? Ini nomerku 08783457****.”
Pesannya kali ini tidak dibalas oleh Mas Adnan. Tak sampai lima belas menit, Mas Adnan membalas pesannya. Kali ini tidak melalui pesan facebook, melainkan sms.
Piknik ke Jogja usai, mereka berdua mulai sms-an. Karena sama-sama penasaran, Aliya dan Mas Adnan, mereka akan saling menyapa apabila bertemu di sekolah. Sering saat jajan di kantin mereka berpapasan. Mungkin bukan jodoh namanya, kebetulan setiap kali Aliya dan teman-temannya ada di kantin dan Mas Adnan dengan teman-temannya juga berada di kantin salah satu dari mereka tidak bertatap muka. Padahal posisi mereka berdua dekat atau bahkan bersebelahan.